Rabu, 28 September 2016

MASA DEPAN PETANI

MASA DEPAN PETANI

Apakah kamu tau petani ? apakah yang kamu ketahui tentang petani ? coba merenung dan coba cari jawaban nya.
Hampir semua orang beranggapan bahwa pekerjaan petani adalah pekerjaan yang kurang mengenakan, kurang menguntungkan, dan pekerjaan yang berat . ya apa gak ? Dari sekian banyak orang yang beranggapan seperti itu, marilah kita kaji lebih dalam apa itu petani.

Betapa banyak nya Tokoh, Filsuf, Aliran dll yang menyoroti bidang ini , sala satunya Aliran Fisiokrasi yang menyoroti lebih dalam mengenai peran petani dalam suatu negara, sala satu tokoh nya yang yang paling terkenal dalam aliran fisiokrasi yaitu Francois Quesnay (1694-1774) bahwa petani adalah bisnis yang sangat menguntungkan, karena petani bukan subsisten, hasil yang dia peroleh bukan semata-mata untuk dirinya sendiri tapi lebih banyak untuk orang lain.
Pada abad ke 21 ini banyak sekali orang yang mengabaikan peran petani, sehingga setiap tahun semakin hilang nya ruma tangga yang bergelut di bidang pertanian (beralihnya profesi), ini di karenakan petani yang kurang di hargai bagi negara ini.
Kenapa kaum muda sekarang ini cemas ketika tidak mempunyai merk HP yang sama, kenapa kaum muda tidak begitu cemas ketika mengetahui permasalaan negara ini yang begitu kompleks (korupsi, hutang luar negeri, pengangguran, pertanian, dll). Ada apa dengan pemuda sekarang ini ?
Ada beberapa negara yang sekarang sadar akan pentingnya di sektor pertanian, sala satunya negara jepang, yang suda memprediksi jauh bahwa dunia ini akan mengalami krisis pangan yang besar-besaran, sehingga negara jepang saat ini berkosentasi pada sektor pertanian dan memindakan perusahaan-perusahaan manufaktur ke negara tetangga dan di gantikan dengan perusahaan yang bergelut di bidang pertanian.
Pertumbuhan populasi penduduk bumi yang terus menigkat yang tidak di imbangi dengan pemenuhan pangan, maka benar apa yang di prediksi negara jepang yaitu dunia ini akan krisis akan kebutuhan sewasembada pangan.
Para pemuda-pemudi yang ada di negara ini, cobalah kita merenungkan sejenak bagaimana nasib anak cucu kita esok, betapa banyaknya permasalaan yang akan mereka hadapi, semua merebutkan pangan demi mengisi perut mereka yang kosong.